P.S. I Like You oleh Kasie West

Genre: Fiksi, Young Adult, Romance
Rating saya: 3/5
Direkomendasikan untuk: Para remaja yang menyukai romance dan tidak asing dengan kesalahpahaman

psilikeyou_finalcvr

Gimana cara kamu bertahan hidup menghadapi kelas Kimia? Ini jawaban Lily: dia coret-coret lirik lagu di mejanya. Waktu dia kembali lagi ke kelas Kimia besoknya, ternyata udah ada yang nulis kelanjutan liriknya. Jelas aja, orang ini keren karena dia tahu lagu dari band yang jarang didenger orang, jadi Lily mulai bales-balesan surat sama dia. Eh, ternyata kelas Kimia nggak buruk-buruk amat, ya? Kecuali satu hari, Lily tahu sesuatu yang ingin dia lupakan saja.

Saya nggak bisa tidur semalem, jadi saya kira saya baca aja deh biar mata saya capek. Saya asal ngambil buku aja jam sebelasan… terus selesai baca jam empat. Eh bukannya saya tadinya mau tidur ya? Buku ini gampang banget dibaca sih, sama kayak The Fill-In Boyfriend karya pengarang yang sama. Mungkin buku-buku Kasie West emang gitu ya.

Cerita ini berkisah seputar Lily, seorang anak SMA yang nggak suka Kimia dan segala hal yang “mainstream”. Yang dia suka tuh musik indie. Makanya dia seneng banget nemu sahabat pena yang punya selera musik yang sama, nggak kayak sahabatnya Isabel yang kayak orang biasanya. Jujur aja, saya agak kurang paham gimana dua orang ini bisa temenan awalnya. Tapi saya mesti bilang, mereka beneran peduli satu sama lain sih, dan itu bagus.

Yang nggak bagus soal cerita ini adalah sikapnya terhadap Isabel. Dia cuma sebagai Sang Sahabat. Setiap dia muncul di ceritanya tuh biar Lily bisa ngobrol sama dia soal cowok dan sang sahabat pena. Mungkin nggak ada ruang yang cukup buat nyeritain lebih banyak tentang dia, atau tentang percakapan mereka yang bukan melulu tentang lawan jenis yang harus Lily coba pacarin… Tapi jujur aja deh, waktu SMA juga saya sering banget ngomongin cowok (hahaha).

Ceritanya cukup terang-terangan soal anak-anak SMA yang saling suka dan saling nggak suka. Di dalamnya termasuk asumsi, prasangka, kesalahpahaman – ya waktu saya remaja juga gini sih. Ada semacam misteri ketika kita harus mencari tahu siapa sebenernya sosok sahabat pena – tapi dengan klise yang numpuk, jatohnya bukan misterius malah nyebelin. Tapi saya ngaku sih saya suka perkembangan karakter Lily terutama menuju akhir cerita.

Secara keseluruhan, buku ini ringan banget buat dibaca ketika harus berjam-jam ada di kereta atau pesawat – atau ketika lagi nggak pengen tidur aja, terserah.

Poin bonus:

  • Musik indie
  • Keluarga yang heboh tapi manis
  • Surat-suratan, pastinya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s